Kamis, 13 Januari 2011

Kiat Menjadi Seorang Pemimpin


D
alam dunia ilmiah telah lama diperdebatkan apakah seseorang dilahirkan dan ditakdirkan menjadi pemimpin ataukah dia ditempa menjadi pemimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang tergolong sebagai pemimpin yang berhasil adalah seseorang yang pada waktu lahirnya memang telah diberkahi dengan bakat kepemimpinannya dan dalam kariernya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan dan pengalaman kerja.
Pengembangan kemampuan memimpin itu adalah dengan maksud agar yang bersangkutan semakin banyak memiliki cirri-ciri kepemimpinannya. Meskipun dikalangan para ahli sendiri klasifikasi persyaratan pemimpin yang baik itu belum disepakati benar, dibawah ini disebut sejumlah persyaratan, yaitu : 
1. Pendidikan umum yang meluas
Mempunyai pendidikan umum yang luas, tidak usah dan memang tidak perlu diidentikkan dengan pendidikan tinggi dan pemilikan gelar akademis. Yang penting ialah bahwa seorang pemimpin yang baik adalah seorang “generalist” yang baik pula, oleh Karena sebagai seorang “generalist”, ia akan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan “managerial skills” yang dituntut oleh tugasnya dan tidak perlu menjadi seorang specialist dengan pemilikan technical skills. 
2. Ingin tahu
Secara filosofis, dapat dikatakan bahwa satu-satunya yang kostan di dunia ini adalah Perubahan. Perubahan lingkungan, perubahan alat, perubahan teknologi, perubahan prosedur kerja dll, adalah seyogyanya selalu mendapat perhatian seorang pemimpin. Kesadaran tentang perubahan-perubahan itulah yang memungkinkan seorang pemimpin menjadi inovatif dan kreatif. Salah satu hal yang kiranya perlu dihindarkan oleh seorang pemimpin adalah perasaan puas terhadap hal – hal yang telah dicapainya. 
3. Kemampuan analitis
Kemampuan menganalisa situasi yang dihadapi secara teliti, matang dan mantap merupakan pra syarat untuk suksesnya kepemimpinan seseorang. Terutama apabila kemampuan itu dikaitkan dengan “super systems” dan “sub systems” yang selalu memperngaruhi organisasi yang dipimpinnya. 
4. Memiliki daya ingat yang kuat
Seseorang pemimpin yang modern sering dihadapkan kepada informasi yang volumenya besar. Dia juga dihadapkan kepada orang yang jumlahnya banyak. Dengan daya ingat yang kuat diharapkan ia dapat menyaring hal-hal mana dan siapa-siapa yang relevant baginya dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya. 
5. Keterampilan berkomunikasi
Dalam memberikan perintah, intruksi, petunjuk, pedoman dan nasehat, seorang pemimpin harus menguasai teknik-teknik berkomunikasi. Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahasa dalam arti kemampuan mempergunakan bahasa dengan baik, kejelasan ide yang hendak disampaikan, dan teknik penyampaiannya, baik secara lisan maupun tertulis, banyak ditemukan pemimpin yg ng bisa berbicara karna tidak menguasai apa yg akan dibicarakannya..... 
6. Keterampilan mendidik
seorang pemimpin hars mampu memberikan arahan kpd bawahan jk terdapat kendala, dan apa yg diucapkannya harus sesuai dg apa yg dilakukannya...
bayak contoh...seorang pemimpin waktu memberikan arahannya "rekan-rekan semua kita harus jujur dan jangan korupsi" tapi nyatanya pemimpin sendiri melakukan hal tersebut dan meraup SPPD dan memakai nama orang lain untuk kepentingannya sediri..apa ini disebut pemimpin.. 
7. Rasionalitas dan objektifitas
Kiranya dapat diterima jika dikatakan bahwa seseorang yang emosional akan kurang berhasil sebagai seorang pemimpin. Artinya, jika emosi merajai cara berfikir seseorang maka rasionalitas dan objektifitasnya akan berkurang yang mengakibatkan keputusan yang diambilnya akan menjadi kurang tepat. 
8. Sense of priority
Berkaitan erat dengan pragmatisme adalah sifat dapat menentukan mana yang penting, kurang penting dan tidak penting. Dengan “sense of priority” ini maka keputusan akan mencerminkan system prioritas yang dianut. Hasilnya adalah bahwa masalah-masalah penting akan mendapat perhatian utama.istilah ini disebut juga menentukan Skala Prioritas. 
9. Sense of urgency
Biasanya, skala prioritas dikaitkan dengan “sense of urgency” karena memang sesuatu yang dalam skala prioritas tidak penting, maka urgensi untuk mengerahkan tenaga, keahlian, biaya dan peralatan lainnya menjadi berkurang. 
10. Sense of timing
Mengetahui saat-saat yang tepat atau tidak tepat untuk bertindak, penting dimiliki. Pengetahuan ini penting untuk tujuan alokasi sumber-sumber dan untuk pertimbangan-pertimbangan psikologis. 
11. Sense of relevance
Yang dimaksud disini terutama menyangkut relevansi keputusan yang diambil dengan tujuan yang hendak dicapai, banyak pemimpin sekarang meberi keputusan yg tidak sesuai dengan keahlian seseorang ini sesuai yg tidak relevan. 
12. Kesederhanaan
Jika hendak memberikan teladan kepada bawahan, kesedehanaan dalam cara hidup kiranya merupakan syarat mutlak bagi setiap pemimpin. 
13. Kemauan mendengar
Salah satu sifat yang perlu dimiliki oleh setiap orang yang menduduki jabatan pemimpin adalah kemauannya mendengar orang lain, terutama para bawahannya. atau sensitif terhadap permasalahan yg terjadi. dan tidak berlaku kaku. 
14. Ketegasan
dalam hal ini seorang pemimpin harus tegas dalam menegakkan aturan dan norma yg berlaku. tapi ketegasannya bukan bersifat kaku, tanpa memandang nilai2 dan norma sosial bawahannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar